/** Kotak Iklan **/ .kotak_iklan {text-align: center;} .kotak_iklan img {margin: 0px 5px 5px 0px;padding: 5px;text-align: center;border: 1px solid #ddd;} .kotak_iklan img:hover {border: 1px solid #333}

Pages

Anda pengunjung yang ke:

Traffic Counter
Tampilkan postingan dengan label Penyakit dan Diagnosa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit dan Diagnosa. Tampilkan semua postingan

AIDS

AIDS


Apa itu AIDS ?
AIDS atau disebut juga dengan sindroma penurunan kekebalan adalah suatu penyakit yang menurunkan kekebalan tubuh disebabkan oleh virus.


Apa penyebab AIDS ?
Infeksi HIV (Human Immunodeficiency Virus).


Bagaimana gejalanya ?
Infeksi tahap awal (Pembawa sifat AIDS):
  • Tidak menunjukkan gejala, mungkin berlangsung sampai bertahun-tahun tanpa disadari penderitanya.

Infeksi tahap menengah (Gejala AIDS):
  • Flu yang berulang-ulang (lesu, demam, berkeringat, otot sakit, pembesaran kelenjar limfa, dan batuk)
  • Infeksi mulut dan kulit yang berulang-ulang (sariawan)
  • Atau muncul gejala-gejala lain yang selalu kambuhan, karena sudah mengalami penurunan kekebalan tubuh

Infeksi tahap akhir (Penyakit AIDS):
  • Berat badan menurun dengan cepat, disertai dengan diare kronik, batuk, sesak napas (infeksi paru-paru, tuberkolosis yang telah meluas)
  • Terlihat bintik-bintik atau bisul berwarna merah muda atau ungu (kanker kulit yang disebut sarcoma Kaposi)
  • Pusing-pusing
  • Bingung
  • Infeksi otak


Bagaimana diagnosisnya ?
  • Dengan melakukan test HIV, test yang paling sering dipakai adalah tes ELISA (Enzyme Linked Immunosorbent Assay), dengan mengambil sampel darah. Tes ini dapat mendeteksi adanya antibody yang dihasilkan tubuh.
  • Test Western Blot, test ini dilakukan untuk memastikan hasil tes ELISA


Pengobatan yang dilakukan
  • Beberapa jenis obat yang dapat membantu :
  1. AZT (azidothymidine)
  2. ddc
  3. ddl
  • Terapi gen ribozim

Pencegahan yang dapat dilakukan
  • Tidak melakukan hubungan seksual dengan pasangan yang terinfeksi HIV
  • Penggunaan kondom karet secara benar dan konsisten, walaupun kondom tidak sepenuhnya menghilangkan risiko tersebut

Dampak yang ditimbulkan oleh AIDS
  • Kehilangan berat badan secara drastis
  • Diare yang berkelanjutan
  • Pembengkakan pada leher dan/atau ketiak
  • Batuk secara terus menerus

Demam Berdarah

Demam Berdarah


Apa itu Demam Berdarah ?
Demam berdarah atau demam dengue adalah demam virus akut yang umumnya disertai sakit kepala, nyeri otot, sendi atau tulang, ruam, dan gejala – gejala penurunan jumlah sel darah putih (leucopenia)



Apa penyebab Demam Berdarah ?
Infeksi virus dengue yang masuk ke tubuh manusia melalui gigitan nyamuk Aedes Aegypti.


Bagaimana gejalanya ?
  • Demam tinggi (>39OC)
  • Fenomena pendarahan, sering dengan pembesaran hati
  • Pada beberapa kasus terjadi gangguan sirkulasi darah

Bagaimana diagnosisnya ?
  • Diagnosis klinik:
    1. Suhu badan tiba-tiba meninggi
    2. Demam yang berlangsung hanya beberapa hari
    3. Nyeri terutama di otot-otot dan persendian
    4. Adanya ruam pada kulit
  • Pemeriksaan laboratorium
    1. Dengue NS1 Antigen
    2. Hematologi rutin
    3. Anti Dengue IgG & IgM

Pengobatan yang dilakukan
  • Pemberian cairan tubuh (lewat minuman atau elektrolit) untuk mencegah dehidrasi akibat demam dan muntah
  • Konsumsi obat yang mengandung acetaminofen (misalnya tilenol) untuk mengurangi nyeri dan menurunkan demam serta banyak istirahat
  • Bagi pasien dengan demam berdarah yang lebih parah, akan sangat disarankan untuk menjalani rawat inap di rumah sakit, pemberian infus dan elektrolit untuk mengganti cairan tubuh, serta transfusi darah akibat pendarahan yang terjadi

Pencegahan yang dapat dilakukan
- Pemberantasan vector nyamuk Aedes Aegypti dengan :
  • Menggunakan insektisida
  1. Malathion (untuk membunuh nyamuk dewasa), dengan pengasapan atau pengabutan. Dapat digunakan berbagai jenis insektisida yang disemprotkan di dalam kamar atau ruangan.
  2. Abate (untuk membunuh jentik nyamuk), dengan menaburkan pasir abate ke dalam sarang-sarang nyamuk (penampungan air bersih)
  • Tanpa insektisida
  1. Menguras bak mandi dan tempat penampungan air minimal 1x seminggu
  2. Menutup tempat penampungan air rapat-rapat
  3. Membersihkan halaman rumah dari kaleng-kaleng bekas, dan benda lain yang memungkinkan nyamuk bersarang
- Isolasi penderita, agar penderita tidak digigit vector (nyamuk) lain untuk ditularkan kepada orang lain
- Mencegah gigitan nyamuk dengan menggunakan obat (anti nyamuk) gosok

Dampak yang ditimbulkan oleh Demam Berdarah
Apabila tidak segera ditangani dapat berkembang menjadi gejala Dengue Shock Syndrome (DSS), bahkan dapat berakibat kematian.

Hepatitis

Hepatitis

Apa itu Hepatitis ?
Hepatitis berasal dari kata “hepato” yang berarti “hati” dan akhiran “itis” yang berarti radang. Jadi, “hepatiis” berarti peradangan hati.

Apa penyebab Hepatitis ?
Penyebab hepatitis banyak, salah satu penyebab utamanya adalah virus yang dikenal sebagai virus hepatitis. Ada 5 tipe virus hepatitis yang umum, yaitu A, B, C, D, dan E. Hepatitis A dan E ditularkan melalui feses (kotoran) dan makanan serta minuman yang terkontaminasi. Sedangkan virus hepatitis B, C, dan D ditularkan melalui darah dan cairan tubuh.
Penyebab lainnya adalah non virus, terutama karena perlemakan hati kronis yang diakibatkan oleh gaya hidup modern dengan pola makan tinggi lemak dan kalori (karbohidrat) serta diperparah oleh kurangnya gerak fisik, atau karena keracunan alkohol, obat-obatan tertentu dan paparan zat berbahaya.

Bagaimana gejalanya ?
Gejala hepatitis bervariasi tergantung penyebabnya. Ada yang menimbulkan keluhan ringan tetapi ada juga yang menyebabkan penderita tampak sakit berat.
Hepatitis B :
  • Merasa lelah
  • Nyeri perut
  • Mual atau muntah
  • Demam
  • Nafsu makan hilang
  • Diare
  • Urin berwarna kuning gelap
  • Mata dan kulit berwarna kekuningan
Hepatitis C :
  • Jaundice (kuning)
  • Lelah berkepanjangan
  • Mual atau hilang nafsu makan
  • Urin berwarna gelap
  • Diare
  • Nyeri sendi
  • Kulit gatal

Bagaimana diagnosisnya ?
Pemeriksaan laboratorium berguna untuk mengetahui penyebab hepatitis, memperkirakan perjalanan penyakit, dan / atau untuk memantau pengobatan.
Pada Hepatitis B :
  • HBsAg (antigen hepatitis B surface)
  • HbeAg
  • Anti-HBs (antibodi terhadap HBsAg)
  • Anti-HBc (antibodi terhadap antigen core atau inti hepatitis B)
  • Anti-HBc IgM
  • Anti-Hbe
  • HBV-DNA

Pada Hepatitis C :
  • Anti HCV (antibodi terhadap virus hepatitis C)
  • HCV-RNA
  • HCV Genotipe

Pengobatan yang dilakukan
Hepatitis B , biasanya dokter memberikan :
  • Obat antivirus
  • Imunomodulator (memperkuat system imun)
  • Diajurkan agar pasien mengatur aktivitasnya agar tidak terlampau lelah
  • Untuk makan, boleh saja tinggi kalori dan tinggi protein, bila diperlukan dilengkapi dengan vitamin untuk penguat hati.

Hepatitis C :
  • Anti virus untuk mencegah sintesa sel virus sehingga tidak dapat berkembang (amantadine, famciclovir, dan ribavirin)
  • Antiradang (prednison)
  • Memperkuat sistem imum (interferon)
  • Stop Alkohol
  • Hindari obat-obatan yang berefek samping merusak hati

Pencegahan yang dapat dilakukan
  • Tidak berbagi jarum suntik dengan orang lain
  • Menghindari tusukan jarum pada tubuh, tato, kecuali dapat dipastikan bahwa jarum suntik yang digunakan adalah steril
  • Setia pada pasangan
  • Vaksin imunisasi pencegah hepatitis:
- Vaksin Hepatitis A, diberikan sejak bayi atau menghadapi kondisi khusus ketika ada wabah
- Vaksin Hepatitis B, diberikan sejak bayi dan dewasa. Tersedia vaksin generik (Biofarma)
- Vaksin Hepatitis B Imunoglobulin, lebih efektif dibandingkan dengan rekombinan

Dampak yang ditimbulkan oleh Hepatitis
Hepatitis B dapat menimbulkan kanker hati atau sirosis akibat infeksi kronis. Semakin muda usia seseorang saat terinfeksi hepatitis B, maka semakin besar kemungkinan infeksi hepatitis B tersebut berkembang menjadi kronis.
Sedangkan Hepatitis C, umumnya akan berkembang dalam jangka waktu lama pada penderitanya atau disebut infeksi kronis. Bahkan penderita dapat membawa virus hingga akhir hidupnya. Hepatitis C bisa mengakibatkan kerusakan pada hati, dan pada akhirnya berkembang menjadi sirosis dan kanker hati.

Hipertensi

Hipertensi

Apa itu Hipertensi ?
Hipertensi atau dikenal dengan tekanan darah tinggi adalah suatu penyakit yang ditandai dengan tekanan darah di atas normal, umumnya tidak menimbulkan gejala, sehingga sering disebut sebagai silent killer.

Apakah penyebab Hipertensi ?
  • 95% kasus hipertensi tidak diketahui penyebabnya atau disebut hipertensi primer, namun umumnya dipicu oleh obesitas, asupan garam yang tinggi, dan kolestrol yang tinggi
  • 5% disebabkan oleh Penyakit ginjal, penyakit endokrin, penyakit jantung, ganguan anak ginjal, dll atau disebut hipertensi sekunder.

Bagaimana gejalanya ?
  • Umumnya penyandang tidak merasakan sakit
  • Sakit Kepala
  • Pusing
  • Telinga berdenging
  • Jantung berdebar-debar
  • Mimisan, dll

Bagaimana diagnosisnya ?
Diperlukan beberapa data pendukung mengenai tekanan darah sebelum penderita didiagnosa hipertensi. Secara umum, seseorang dikatakan hipertensi apabila tekanan darah > 140/90 mmHg yang diukur lebih dari 2 kali dalam kurun waktu berbeda serta pengukuran dilakukan dalam posisi duduk.
Seorang yang baru didiagnosis hipertensi perlu melakukan evaluasi awal untuk menilai pola hidup dan faktor risiko penyakit kardiovaskular, mencari kemungkinan penyebab hipertensi dan menilai ada / tidaknya kerusakan organ target. Pemeriksaan untuk evaluasi awal hipertensi atau Panel Evaluasi Awal Hipertensi meliputi :
  • Hematologi rutin
  • Urin rutin
  • Glukosa puasa & 2 jam PP
  • Cholesterol total,
  • Cholesterol HDL,
  • Cholesterol LDL
  • Trigliserida
  • Apo B
  • Urea N
  • Kreatinin
  • Asam Urat
  • Albumin Urin Kuantitatif
  • Natrium (serum)
  • Kalium (serum)
  • hs-CRP

Selain itu juga dapat dilakukan pemeriksaan penunjang untuk membantu dalam penilaian respon jantung terhadap tekanan darah yang naik akibat hipertensi, meliputi :
  • Foto Rongen Thorax
  • Elektrokardiografi (EKG)
  • Echocardiografi

Selain melakukan terapi, penyandang hipertensi perlu melakukan pemantauan rutin untuk memantau kondisi hipertensi, memantau keberhasilan terapi, menilai risiko komplikasi dan mendeteksi efek samping pengobatan, dengan melakukan pemeriksaan Panel Pemantauan Hipertensi yang terdiri atas pemeriksaan :
  • Urin rutin
  • Glukosa Puasa & 2 jam PP
  • Cholesterol Total
  • Cholesterol HDL
  • Cholesterol LDL
  • Trigliserida
  • Apo B
  • Urea N
  • Kreatinin
  • Asam Urat
  • Albumin Urin Kuantitatif
  • Natrium (serum)
  • Kalium (serum)

Pengobatan yang dilakukan
  • Menurunkan berat badan apabila termasuk kelompok overweight
  • Mengatur diet / pola makan
  • Diet rendah garam
  • Diet rendah kolesterol dan lemak jenuh
  • Mengurangi konsumsi alkohol
  • Memperbanyak konsumsi buah dan sayur
  • Meningkatkan konsumsi kalsium dan kalium
  • Berhenti merokok
  • Olahraga teratur
  • Minum obat sesuai petunjuk dokter
  • Melakukan pemeriksaan laboratorium untuk deteksi dini komplikasi

Pencegahan yang dapat dilakukan
  • Normalkan tekanan darah dengan menjalani pola hidup sehat
  • Lakukan olah raga
  • Makan makanan yang sehat
  • Hindari stress yang berlebihan

Dampak yang ditimbulkan oleh Hipertensi
Akibat dari gangguan sirkulasi darah, dampak langsung dari hipertensi kronis adalah pada pembuluh darah yang bisa rusak lebih cepat, atau pembebanan lebih pada ginjal sebagai filter darah. Lebih jauh dampak tersebut berpengaruh pada jantung sebagai pemompa darah, dan organ-organ vital yang memerlukan suplai darah yang cukup. Komplikasi fatal adalah:
  • Stroke
  • Gagal jantung
  • Kerusakan ginjal
  • Disfungsi ereksi

Lupus

Alergi



Apa itu Lupus ?
Lupus adalah penyakit peradangan kronis yang terjadi ketika sistem kekebalan tubuh menyerang jaringan dan organ sendiri. Peradangan yang disebabkan oleh lupus dapat mempengaruhi sistem tubuh yang berbeda - termasuk sendi, kulit, ginjal, sel darah, otak, jantung dan paru-paru.

Jenis Lupus:
  • Lupus Obat
Lupus yang timbul akibat efek samping obat tertentu. Lupus jenis ini biasanya akan sembuh sendiri dengan memberhentikan pemakaian obat tersebut.
  • Lupus Diskoid
Lupus kulit, manifestasinya hanya terbatas pada bagian luar tubuh dengan beberapa jenis kelainan kulit saja.
  • Lupus Eritematosus Sistemik
Menyerang dan menimbulkan komplikasi pada organ-organ dalam tubuh, seperti ginjal, paru-paru, otak, jantung, sendi, dll.

Apa penyebab Lupus ?
  • Faktor genetik
  • Faktor lingkungan
  1. Obat-obatan
  2. Racun
  3. Makanan
  4. Sinar matahari

Bagaimana gejalanya ?
  • Lemah badan
  • Demam dan nyeri pada sendi dan otot
  • Radang sendi
  • Radang selaput paru dan jantung
  • Ruam pada kulit
  • Ruam kupu-kupu (malar rash) atau bercak merah di wajah
  • Peka terhadap sinar matahari
  • Sariawan berkepanjangan
  • Gangguan ginjal
  • Gangguan saraf
  • Gangguan darah
  • Gangguan imunologis (anti Ds-DNA, anti Sm, anti fosfolipid) dan ANA+ (Anti Nuclear Antibodi positif)

Bagaimana diagnosisnya ?
Pemeriksaan Laboratorium
  • ANA (antinuclear antibody)
  • dsDNA (anti-double stranded DNA)
  • Sm (anti-smithantibodies)

Pengobatan yang dilakukan
Obat-obatan :
  • Obat imunosupresif untuk mengendalikan sistem imun

Pencegahan yang dapat dilakukan
  • Mencegah terpaan langsung sinar UV
  • Hindari kelelahan fisik yang berat.
  • Waspadai jika orang tua pernah mengidap lupus.
  • Konsumsi sayur dan buah
  • Olah raga teratur

Dampak yang ditimbulkan oleh Lupus
  • Peradangan Perikardium (kantung yang mengelilingi jantung), yang menyebabkan nyeri tajam di dada, dan kadang-kadang sesak nafas, serta mengganggu kemampuan jantung untuk memompa darah
  • Peradangan pada miokardium (jaringan otot), menyebabkan nyeri dada dan denyut jantung yang cepat atau tidak teratur.
  • Peradangan endokardium (jaringan yang melapisi dinding bagian dalam jantung dan katup yang memisahkan bilik jantung yang berbeda), menyebabkan permukaan katup jantung menebal atau mengembangkan kutil seperti pertumbuhan (lesi), lesi ini dapat menjadi terinfeksi
  • Hipertensi dari penyakit ginjal atau penggunaan kortikosteroid
  • Kadar kolesterol tinggi dari penggunaan kortikosteroid
  • Suatu gaya hidup yang tidak aktif, menetap karena kelelahan, masalah sendi, dan / atau nyeri otot
  • Demam
  • Tidak nafsu makan
  • Sakit kepala
  • Kejang
  • Stroke

Sakit Maag

Sakit Maag

Apa itu Sakit Maag ?
Sakit maag atau tukak lambung, atau dalam bahasa kedokteran disebut dispepsia, adalah kumpulan gejala yang terdiri dari nyeri ulu hati, atau perasaan tidak nyaman yang berasal dari saluran cerna atas, disertai dengn perasaan cepat kenyang, sendawa, mual sampai muntah. Keluhan itu berlangsung kronik, selama 3 bulan dan kambuh-kambuhan setidaknya dalam 6 bulan terakhir.


Apa penyebab Sakit maag ?
Sakit maag terjadi akibat tingginya kadar asam di dalam lambung yang menyebabkan iritasi pada dinding lambung, hingga menimbulkan gejala nyeri pada perut. Terjadinya sakit maag dapat dipicu oleh berbagai faktor, diantaranya pola makan, psikis seperti stres dan juga adanya infeksi H.pylori.
H.pylori merupakan bakteri yang dapat hidup dan berkembang biak di saluran cerna manusia, lebih tepatnya di bawah lapisan selaput lendir dinding bagian dalam lambung (mukosa lambung). Adanya infeksi H.pylori tersebut dapat menimbulkan peradangan pada dinding lambung.

Bagaimana gejalanya ?
  • Mual
  • Perih
  • Kembung
  • Nafsu makan berkurang

Bagaimana diagnosisnya ?
  • Riwayat Medis
    • Dokter akan menanyakan secara mendetail mengenai riwayat dari gejala sakit yang menjadi keluhan dan mencari hubungannya dengan factor risiko penyebab yang mungkin terlibat.
  • Pemeriksaan Fisik
    • Dokter akan memeriksa perut (abdomen) bagian bawah dengan menekan-nekannya untuk mengetahui apakah ada pembengkakan (sakit).
  • Pemeriksaan Laboratorium
    • Urea Breath Test / UBiT(Test urea pernapasan), untuk diagnosa maupun mengevaluasi efektivitas pengobatan terhadap infeksi H. pylori, kuman penyebab tukak lambung. Pada pemeriksaan ini, pasien akan diminta untuk meminum larutan reagen 13C-Urea, yaitu urea berlabel radioaktif yang aman untuk dikonsumsi. Setelah meminum larutan, dilakukan penampungan sample nafas yang akan digunakan sebagai bahan pemeriksaan.
    • Endoskopi saluran pencernaan bagian atas. Dilakukan dengan menyusupkan sebuah tabung intai lentur melalui mulut untuk memeriksa bagian dalam oesofagus, lambung dan duodenum (usus 12 jari) untuk mencari adanya kelainan. Dokter bisa memeriksa dinding saluran pencernaan yang hasilnya terpampang di layar monitor. Tenggorokan pasien mungkin akan disemprotkan pembius lokal, dan/atau dibuat tidak sadar. Prosedur ini biasanya berlangsung sekitar 25 menit.
  • Pemeriksaan Pendukung
  1. Endoskopi saluran pencernaan bagian atas. Dilakukan dengan menyusupkan sebuah tabung intai lentur melalui mulut untuk memeriksa bagian dalam oesofagus, lambung dan duodenum (usus 12      jari) untuk mencari adanya kelainan. Dokter bisa memeriksa dinding saluran pencernaan yang hasilnya terpampang di layar monitor. Tenggorokan pasien mungkin akan disemprotkan pembius lokal, dan/atau dibuat tidak sadar. Prosedur ini biasanya berlangsung sekitar 25 menit.
  2. Scan ultrasonik perut.
  3. Sinar-x kontras barium. Bagian saluran pencernaan yang tidak terlihat dengan sinar-x biasa (datar) dapat dicitrakan dengan kontras barium. Untuk pemeriksaan oesofagus, lambung dan duodenum diberikan barium sulfat, zat penahan sinar-x, dalam bentuk minuman (prosedur barium telan).
  4. Biopsi. Pemeriksaan mikroskopis atas sebuah sel atau pun sekumpulan besar jaringan berisi berbagai sel untuk memastikan diagnosis berbagai kelainan tubuh.

Pengobatan yang dilakukan
Penanganan tanpa obat
Bila sakit maag yang dirasakan tergolong baru dan ringan, antara lain dengan cara:
  • Hindari perut kosong
  • Atur jadwal makan dengan porsi kecil dan frekuensi lebih sering
  • Makan makanan lunak / mudah dicerna
  • Hindari makanan / minuman yang mengandung alkohol, gas karbondioksida (soft drink), kopi, cokelat
  • Hindari stress
  • Penanganan dengan obat

Baru dilakukan jika penanganan tanpa obat tidak berhasil.
  • Antasida penetral asam lambung. Senyawa basa lemah yang bereaksi dengan asam hidroklorida (HCl) lambung untuk membentuk garam dan air. Mengurangi keasaman lambung. Umumnya  antasida dapat dibeli bebas (OTC) tanpa resep dokter. Banyak dokter yang sepakat, bahwa antasida bentuk cair lebih manjur (bekerja lebih cepat) daripada  bentuk padatnya (tablet).
  • Anti sekresi asam lambung
  • Acid atau histamin (H-2) blockers, antagonis Receptor H-2
  • Penghambat pompa proton
  • Pelindung Mukosa
  • Antibiotik

Pencegahan yang dapat dilakukan
  • Makanlah secara disiplin, sesuai dengan jadwal
  • Makanlah buah-buahan dan sayur-sayuran
  • Hindarilah makanan yang pedas, asam, atau berlemak, jika makanan tersebut membuat gejala tukak Anda menjadi makin buruk
  • Jangan minum susu, karena diketahui bahwa kalsium dalam laktosa (asam lemak susu) dapat meningkatkan sekresi asam di dalam lambung. Gunakan susu krim atau susu berkadar lemak rendah.
  • Batasi makanan yang asam, seperti jeruk, karena dapat menyebabkan rasa perih di saluran pencernaan yang luka
  • Berhentilah merokok
  • Minumlah obat antasida yang dijual bebas
  • Periksalah obat-obatan Anda, jika perlu menggunakan obat penghilang rasa nyeri untuk mengatasi demam atau flu, pilih yang mengandung parasetamol (asetaminofen). Hindari obat-obatan yang mengandung aspirin, ibuprofen, ketoprofen dan natrium naproksen (naproxen sodium).

Dampak yang ditimbulkan oleh Sakit Maag
Bila tidak ditangani dapat menjadi gejala kanker lambung.

Infertilitas

Infertilitas

Apa itu infertilitas?

Infertilitas (ketidaksuburan) merupakan kondisi ketidakmampuan pasangan untuk mendapatkan kehamilan setelah melakukan hubungan seksual secara teratur tanpa menggunakan kontrasepsi selama 1 tahun atau lebih, atau jika pada wanita berusia ≥ 35 tahun selama 6 bulan atau lebih.

Bagaimana infertilitas bisa terjadi?

Kehamilan bisa terjadi bila ada proses berikut: tubuh wanita melepaskan sel telur dari salah satu indung telur (proses ovulasi), sel telur itu akan berjalan melewati tuba falopi menuju uterus (rahim). Selama perjalanan menuju uterus tersebut harus ada sperma dari pria yang akan bergabung dengan sel telur (proses pembuahan). Sel telur yang telah dibuahi akan menempel ke bagian dalam uterus (proses implatansi). Terdapatnya gangguan atau masalah di salah satu proses di atas bisa mengakibatkan infertilitas.

Apa penyebabnya?

Infertilitas bisa disebabkan oleh salah satu pasangan atau mungkin bahkan keduanya, dan masing-masing memiliki peluang yang sama besar sebagai penyebab infertilitas.
Penyebab infertilitas pada pria, antara lain:
  • Kegagalan menghasilkan sperma berkualitas akibat cacat bawaan sejak lahir (genetik), kegagalan testis (buah zakar) untuk turun ke kantung buah pelir (scrotum) selama pubertas, infeksi berulang, atau penyakit pada masa pertumbuhan anak.
  • Gangguan pada pengeluaran sperma akibat adanya gangguan seksual seperti ejakulasi dini atau painful intercouse (dyspareunia); gangguan kesehatan seperti retograde ejaculation; penyakit genetik tertentu seperti cystic fibrosis; atau gangguan struktural seperti penyumbatan pada saluran sperma (epididymis).
  • Faktor gaya hidup dan lingkungan seperti pola makan, obesitas, polusi udara (paparan zat beracun), kebiasaan minum alkohol dan merokok, mengkonsumsi obat-obatan tertentu, pekerjaan yang mengharuskan duduk berjam-jam dan bersinggungan dengan radiasi tinggi, serta kebiasaan memangku laptop.
  • Gangguan yang terkait dengan kanker dan pengobatannya seperti radiasi dan kemoterapi.
  • Faktor usia, pria berusia ≥ 40 tahun kurang subur dibandingkan dengan pria yang lebih muda.

Penyebab infertilitas pada wanita, antara lain:
  • Kerusakan atau penyumbatan tuba falopi biasanya akibat adanya inflamasi di tuba falopi (salpingitis) yang penyebab utamanya yaitu infeksi penyakit menular seksual (Chlamydia).
  • Endometriosis terjadi ketika jaringan rahim tertanam dan tumbuh di luar rahim, sehingga bisa mempengaruhi fungsi sperma, sel telur dan indung telur, uterus, dan tuba falopi.
  • Gangguan ovulasi akibat cedera, tumor, aktivitas yang berlebihan, berat badan kurang, atau pemakaian obat-obatan tertentu.
  • Peningkatan prolaktin (hyperprolactinemia)
  • Polycystic ovary syndrome (PCOS) merupakan suatu kondisi di mana tubuh menghasilkan terlalu banyak hormon androgen, dan dikaitkan dengan resistensi insulin dan obesitas.
  • Menoupase dini yaitu suatu kondisi berhentinya menstruasi dan penipisan folikel ovarium dini sebelum usia  40 tahun. Meski penyebanya sering tidak diketahui, namun kondisi tertentu berhubungan dengan menopause dini, sepertti penyakit sistem imun, pengobatan radiasi dan kemoterapi, dan merokok.
  • Penyebab lainnya: pemakaian obat-obatan tertentu, gangguan tiroid (hipertiroid, hipotiroid), kanker dan pengobatannya, atau gangguan kesehatan lainnya yang terkait dengan keterlambatan pubertas atau amenorrhea seperti Cushing’s disease, sickle cell disease, penyakit ginjal dan diabetes.

Selain itu beberapa faktor risiko bisa meningkatkan infertilitas pada pria dan wanita, seperti: usia, kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol, kelebihan atau kekurangan berat badan, dan aktivitas yang berlebihan.


Bagaimana gejalanya?

Ketidakmampuan pasangan untuk mendapatkan kehamilan adalah gejala utama infertilitas. Selain itu, tidak terdapat gejala yang lebih jelas atau khas. Pada beberapa kasus, wanita yang mengalami infertilitas memiliki periode menstruasi yang tidak teratur (abnormal). Sementara pria yang mengalami infertilitas seringkali memiliki masalah hormonal seperti perubahan pertumbutan rambut atau fungsi seksual.

Bagaimana diagnosisnya?

Mengetahui penyebab infertilitas sangat perlu untuk bisa segera mengatasi kondisi sulit mendapatkan keturunan. Penyebab infertilitas bisa diketahui awalnya melalui pemeriksaan  riwayat medis (anamnesa) dan pemeriksaan fisik oleh dokter, kemudian dilanjutkan dengan pemeriksaan penunjang diagnosa lainnya seperti seperti pemeriksaan laboratorium dan ultrasound).
Pemeriksaan laboratorium bagi pria yang umumnya dilakukan:
  • Analisa sperma
  • Folicle-stimulating hormone (FSH)
  • Luteinizing hormone (LH)
  • Testosteron
  • Prolaktin
Sementara pemeriksaan ultrasound bagi pria yaitu transrectal and scrotal ultrasound. Pemeriksaan ini dapat membantu dokter untuk melihat adanya retograde ejaculation dan kerusakan pembuluh ejakulator.
Pemeriksaan laboratorium bagi wanita yang umumnya dilakukan:
  • Thyroid-stimulating hormone (TSH)
  • Prolaktin
  • Luteinizing hormone (LH)
  • Folicle-stimulating hormone (FSH)
  • Progesteron
Sementara pemeriksaan ultrasound bagi wanita yaitu:
  • Hysterosalpingography (HSG) untuk melihat kondisi uterus dan tuba falopi.
  • Laparoscopy untuk memeriksa indung telur, tuba falopi dan uterus terkait masalah penyakit seperti jaringan parut dan endometriosis.

Pengobatan yang dilakukan
Pemilihan pengobatan untuk infertilitas umumnya berdasarkan pada berapa lama terjadinya infertilitas, penyebab infertilitas dan faktor usia.
Untuk pria, bila penyebab infertilitasnya adalah gangguan seksual seperti impotensi atau ejakulasi dini bisa diatasi dengan pemberian obat atau perubahan perilaku. Bila penyebabnya adalah produksi sperma yang kurang, biasanya dilakukan tindakan pembedahan, pemberian obat hormon reproduksi, atau dengan bantuan teknologi reproduksi (assisted reproductive technology/ART).
Untuk wanita, obat penyubur merupakan pilihan utama untuk mengatasi infertilitas yang disebabkan oleh gangguan ovulasi. Obat penyubur bekerja layaknya FSH dan LH untuk merangsang ovulasi. Beberapa obat penyubur antara lain: klomifen sitrat, pergonal (ekstrak FSH dan LH), human chorionic gonadotropin (HCG), hypothalamic releasing factors, bromokriptin, dan sebagainya. Bila penyebabnya adalah kondisi yang terkait dengan tuba falopi seperti penyumbatan, biasanya dilakukan tindakan pembedahan.
Bila penyebab infertilitas sudah cukup parah dan tidak bisa diatasi dengan pemberian obat ataupun pembedahan, maka tindakan yang diambil adalah dengan ART seperti in vitro fertilization (IVF), meningkatkan ejakulasi dengan stimulasi elektrik atau vibrator, aspirasi sperma dengan pembedahan, intracytoplasmic sperm injection (ICSI), dan assisted hatching.

Pencegahan yang dapat dilakukan
Untuk pria:
  • Hindari kebiasaan merokok dan konsumsi alkohol yang berlebihan
  • Jangan terlalu sering berendam air panas atau bersauna (suhu tinggi bisa mempengaruhi produksi dan gerakan sperma, meski bersifat sementara)
Untuk wanita:
  • Olahraga secara teratur
  • Jaga berat badan (kelebihan atau kekurangan berat badan bisa mempengaruhi produksi hormon reproduksi)
  • Hindari rokok dan alkohol
  • Batasi konsumsi kafein dan pemakaian obat-obatan tertentu
Untuk pasangan: berhubungan intim 2-3 kali seminggu bisa meningkatkan fertilitas.

Dampak yang ditimbulkan
Infertilitas sebetulnya tidak perlu dicemaskan, namun bagi beberapa orang tidak kunjung mendapatkan keturunan bisa menjadi masalah serius di dalam keluarga.

Kanker Pankreas

Kanker Pankreas

Apa itu Kanker Pankreas ?
Kanker pankreas merupakan jenis kanker yang biasanya menyerang tanpa gejala dan baru diketahui setelah berada di stadium lanjut yang sulit untuk disembuhkan lagi. Kanker pankreas adalah neoplasma yang terjadi pada kelenjar pankreas, salah satu orang penting di perut bagian atas yang berada di bawah lambung dan berdekatan dengan bagian pertama usus dua belas jari, berfungsi untuk mengeluarkan enzim guna membantu pencernaan dan hormon dalam mengatur metabolisme gula.

Bagaimana kanker pankreas bisa terjadi ?
Kanker pankreas terjadi ketika sel-sel di dalam pankreas mengembangkan mutasi genetik. Mutasi ini menyebabkan sel tumbuh tak terkendali dan terus hidup setelah sel normal akan mati. Sel-sel ini terakumulasi hingga membentuk tumor (benjolan).

Bagaimana gejalanya ?
- Nyeri di perut bagian atas yang menyebar ke sakit punggung
- Warna kulit dan bagian putih mata yang menguning
- Kehilangan nafsu makan
- Penurunan berat badan
- Pembekuan darah
- Depresi

Bagaimana diagnosisnya ?
Sulit untuk melakukan diagnosis awal karena gejala - gejalanya yang mencurigakan lambat terjadi, dan dari pengamatan fisik serta hasil tes darah seringkali normal. Adapun pemeriksaan yang dilakukan untuk mendiagnosis kanker pankreas adalah dengan melakukan :
  • Pemeriksaan fisik lengkap
  • Pemeriksaan x-ray
  • CT Scan
  • Endoscopic retrograde cholangiopancreatography (ERCP)
  • Endoscopic ultrasound (EUS)
  • Percutaneous transhepatic cholangiography (PTC)
  • Biopsi

Pengobatan yang dilakukan

Pengobatan kanker pankreas bergantung pada stadium dan lokasi, usia, serta kondisi kesehatan pasien secara keseluruhan. Sasaran dari pengobatan ini adalah untuk mencegah perkembangan kanker pankreas yang makin parah. Berikut ini beberapa pengobatan yang biasa diberikan kepada pasien kanker pankreas:
  • Operasi diperlukan untuk mengangkat semua atau sebagian dari pankreas yang bermasalah.
  • Terapi radiasi ditujukan untuk menghancurkan sel-sel kanker dan menghentikan pertumbuhannya. Radiasi biasa diberikan 5 hari setiap minggu untuk 5 sampai 6 minggu. Jadwal ini diperhitungkan untuk melindungi jaringan yang sehat dengan menyebarkan keluaran total suatu dosis radiasi. Terapi ini dapat membantu mengurangi nyeri atau gangguan pencernaan ketika common bile duct atau duodenum terblokir.
  • Kemoterapi untuk membantu membunuh kanker dengan menggunakan obat-obatan.

Pencegahan yang dapat dilakukan
  • Berhenti merokok
  • Menjaga berat badan ideal
  • Rutin berolahraga
  • Pola makan yang sehat (perbanyak makan buah dan sayur)

Dampak yang ditimbulkan
Kanker pankreas dapat menimbulkan berbagai komplikasi seperti berikut:
  • Penyakit kuning (jaundice)
  • Rasa sakit (pain) yang parah di bagian perut
  • Kerusakan organ usus
  • Penurunan berat badan secara drastis

Kanker Nasofaring

Kanker Nasofaring

Apa itu Kanker Nasofaring ?

Kanker nasofaring adalah jenis kanker yang tumbuh di rongga belakang hidung dan belakang langit-langit rongga mulut.

Bagaimana Kanker Nasofaring bisa terjadi ?

Kanker dimulai ketika ada satu atau lebih mutasi gen sehingga menyebabkan sel normal mengalami pertumbuhan di luar kendali, menyerang jaringan di sekitarnya, dan akhirnya menyebar (metastasis) ke jaringan/organ tubuh lainnya. Pada kanker nasofaring, proses ini dimulai dalam sel-sel skuamosa yang melapisi permukaan nasofaring.
Penyebab pasti terjadinya mutasi gen yang mengakibatkan kanker nasofaring belum diketahui, namun terdapat beberapa faktor yang diduga dapat meningkatkan risiko terkena kanker nasofaring, antara lain: jenis kelamin, ras, usia, makanan yang diasinkan, infeksi virus Epstein-Barr, riwayat keluarga, dan kebiasaan merokok serta konsumsi alkohol.

Bagaimana gejalanya ?

Pada tahap awal, kanker nasofaring tidak menimbulkan gejala apapun, namun seiring perkembangan mungkin akan muncul gejala-gejala seperti:
- terdapat benjolan di leher akibat pembengkakan kelenjar getah bening
- terdapat darah pada air liur
- dari hidung keluar darah
- hidung tersumbat
- gangguan pendengaran
- sering terkena infeksi telinga
- sakit kepala

Bagaimana diagnosisnya ?

Pemeriksaan yang digunakan untuk mendiagnosis kanker nasofaring meliputi:
- Pemeriksaan fisik oleh dokter
- Magnetic resonance imaging (MRI) untuk membantu melihat penyebaran sel kanker di sekitar kepala
- CT-scan untuk melihat sel kanker di kelenjar getah bening
- Sinar X untuk melihat sel kanker yang menyebar di paru-paru

Pengobatan yang dilakukan

Pengobagan kanker nasofaring biasanya didasarkan pada beberapa faktor, seperti stadium kanker, tujuan pengobatan, kondisi kesehatan secara keseluruhan, dan efek samping obat. Pengobatan awal yang umumnya diberikan adalah terapi radiasi atau kombinasi radiasi dan kemoterapi.

Terapi radiasi yang biasanya dilakukan selama 5-7 minggu ini dapat merusak dengan cepat sel-sel kanker yang tumbuh. Terapi ini digunakan untuk kanker pada tingkatan awal. Adapun efek samping yang terjadi dari terapi ini adalah mulut terasa kering, kehilangan pendengaran, dan terapi ini memperbesar risiko timbulnya kanker pada lidah dan kanker tulang.
Kemoterapi merupakan terapi yang menggunakan bantuan obat-obatan. Terapi ini bekerja dengan mereduksi sel-sel kanker yang ada, namun adakalanya sel-sel yang sehat (tidak terkena kanker) juga tereduksi. Efek samping dari terapi ini adalah rambut rontok, mual, lemas. Efek yang timbul tergantung pada jenis obat yang diberikan.
Pilihan pengobatan yang terakhir yaitu pembedahan yang bertujuan untuk mengambil kelenjar getah bening pada leher yang telah terkena kanker.

Pencegahan yang dapat dilakukan
- Kurangi konsumsi makanan yang diawetkan dengan cara pengasinan, pengasapan atau menggunakan zat pengawet nitrosamine.
- Berhenti merokok
- Kurangi konsumsi alkohol
- Mulailah pola hidup sehat dan berpikir positif, serta cukup istirahat
- Olahraga teratur
- Melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala


Dampak yang ditimbulkan

Kanker nasofaring dapat menyebar ke organ tubuh lainnya, seperti kelenjar getah bening di leher, tulang, sumsum tulang, paru-paru, dan hati. Selain itu, kanker nasofaring juga dapat menyebabkan sindrom paraneoplastik di mana sistem kekebalan tubuh bereaksi terhadap kanker dengan menyerang sel normal.

Thalassemia

Thalassemia



Apa itu Thalassemia ?
Thalassemia merupakan penyakit kelainan darah yang diturunkan / diwariskan, karena adanya kelainan genetik yang menyebabkan ketidakseimbangan dalam sintesis atau produksi rantai globin. Akibatnya, produksi hemoglobin berkurang, kondisi sel darah merah mudah rusak atau umurnya lebih pendek dari usia sel darah merah normal (<120 hari), sehingga penderita akan mengalami gejala anemia / kurang darah.

Apa Penyebab Thalassemia ?
Adanya kelainan/perubahan/mutasi pada gen globin alfa atau gen globin beta, sehingga produksi rantai globin tersebut berkurang dan sel darah merah mudah sekali rusak.



Bagaimana Gejala Thalassemia ?
  • Anemia - Pucat, sulit tidur, lemas, kurang nafsu makan, infeksi yang sering berulang.
  • Jantung Berdebar - Jantung bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan hemoglobin dan semakin lama jantung akan menjadi lemah dan mudah berdebar-debar
  • Tulang Tipis dan Rapuh - Sel darah diproduksi dalam sumsum tulang. Pada keadaan thalassemia sumsum tulang dipaksa bekerja lebih keras untuk pembentukan hemoglobin lebih banyak. Pada kasus thalssemia berat (mayor), tampilan khas penderitanya adalah batang hidung yang melesak ke dalam atau “facies cooley”.

Deteksi Thalassemia Melalui Panel Uji Saring Thalassemia
Panel Thalassemia merupakan serangkaian pemeriksaan yang dilakukan untuk mengetahui kemungkinan thalassemia. Pemeriksaan ini terdiri dari:
  • Hematologi rutin – Untuk mengetahui nilai MCV-volume hemoglobin dalam sel darah merah dan MCH-konsentrasi hemoglobin di dalam sel darah merah
  • Gambaran darah tepi – Untuk melihat morfologi eritrosit (bentuk/gambaran sel darah merah)
  • Analisis Hb – Untuk mendeteksi hemoglobin yang abnormal, baik jumlah produksi maupun jenisnya
  • Badan inklusi HbH – Untuk mendeteksi kemungkinan pembawa sifat thalassemia atau HbH disease
  • Ferritin – Untuk mengetahui apakah anemia disebabkan oleh defisiensi / kekurangan zat besi, penyakit kronik atau thalassemia
  • Tes Presipitasi DCIP – Untuk mendeteksi kelainan hemoglobin varian HbE


Pengobatan Yang  Diberikan
Penderita thalassemia mayor memerlukan perhatian lebih khusus. Pada umumnya, penderita thalassemia mayor harus menjalani transfusi darah dan pengobatan seumur hidup.
Selain transfusi darah, perlu diberikan obat desferal (deferoxamine) untuk mengatasi penumpukan zat besi di dalam organ tubuh akibat transfusi darah berulang dalam waktu lama. Obat ini diberikan melalui suntikan di bawah kulit atau infus, yang dapat mengikat zat besi tersebut untuk dikeluarkan melalui urin.
Namun, cara ini sangat menyakitkan bagi anak-anak, untunglah untuk saat ini sudah ditemukan obat tablet deferasirox pengganti suntikan infus desferal, yang dapat diberikan pada penderita berusia di atas dua tahun.

Cara Mencegah Thalassemia
  • Mencegah perkawinan antara dua orang pembawa sifat thalassemia
  • Memeriksa janin yang dikandung oleh pasangan pembawa sifat thalassemia, dan menghentikan kehamilan bila janin dinyatakan sebagai penderita thalassemia mayor

Thalassemia merupakan penyakit keturunan yang tidak dapat disembuhkan. Prevalensi penyakit Thalassemia dapat dicegah atau dikurangi  jika setiap orang melakukan pemeriksaan atau skrining Thalassemia.

Kanker Paru

Kanker Paru

Apa itu Kanker Paru ?

Kanker paru adalah jenis kanker yang tumbuh di jaringan paru-paru yang berperan penting dalam proses pernapasan.

Bagaimana Kanker Paru bisa terjadi ?

Mayoritas kanker paru disebabkan oleh merokok dan juga akibat terpapar oleh asap rokok. Semakin banyak rokok yang dihisap maka akan semakin besar kemungkinan terkena kanker paru. Rokok dipercaya dapat merusak sel yang melapisi paru-paru. Ketika menghisap rokok yang penuh dengan zat karsinogen (zat penyebab kanker), perubahan pada jaringan paru-paru pun segera dimulai. Pada awalnya tubuh Anda mungkin dapat memperbaiki kerusakan ini, tetapi bila terjadi berulang, sel-sel normal yang melapisi paru-paru pun semakin lama akan mengalami kerusakan yang semakin parah dan menyebabkan sel tersebut bertindak tidak normal, pada fase inilah kanker pun dapat berkembang.
Adapun faktor lain penyebab kanker paru antara lain paparan gas radon, paparan asbes dan bahan kimia lainnya, riwayat kesehatan keluarga, konsumsi alkohol yang berlebihan.

Bagaimana gejalanya ?

Kanker paru-paru biasanya tidak menyebabkan tanda dan gejala pada tahap awal. Tanda dan gejala kanker paru biasanya terjadi hanya ketika penyakit sudah lanjut.

Tanda dan gejala kanker paru-paru dapat meliputi :
-    Batuk yang tidak kunjung sembuh (lebih dari 2 minggu)
-    Perubahan batuk kronis
-    Batuk berdarah
-    Perubahan warna dan meningkatnya jumlah dahak
-    Bunyi seperti yang terjadi pada penderita asma saat bernafas pada bukan penderita asma
-    Sesak nafas
-    Nyeri pada dada dan tulang
-    Nyeri pada saat menarik nafas dalam-dalam
-    Perubahan suara menjadi serak
-    Penurunan berat badan yang drastis
-    Sakit kepala
-    Pembengkakan di wajah atau leher

Bagaimana diagnosisnya ?

Untuk mendiagnosa kanker paru, dokter biasanya merekomendasikan beberapa pemeriksaan berikut:
-    Tes imaging (foto X-Ray, CT-scan)
-    Sputum sitologi
-    Biopsi
Setelah kanker paru terdiagnosa, dokter akan melakukan pemeriksaan lanjuran untuk menentukan stadium kanker paru guna menentukan pengobatan yang tepat. Pemeriksaan untuk menentukan stadium kanker paru meliputi CT-scan, magnetic resonance imaging (MRI), tomografi emisi positron (PET), dan scan tulang.
Selain itu, dianjurkan juga untuk pemeriksaan Tumor Marker yang terdiri atas tes CEA, SCC dan Cyfra 21-1, yang bermanfaat untuk pemantauan terapi, selain menunjang diagnosis.

Pengobatan
Pemilihan pengobatan kanker paru berdasarkan beberapa faktor seperti kondisi kesehatan secara keseluruhan dan stadium (tingkat keparahan) kanker. Pilihan pengobatan biasanya mencakup satu atau lebih perawatan berikut:
-    Operasi
-    Kemoterapi
-    Radiasi
-    Terapi obat

Pencegahan

Kanker paru tidak dapat dicegah secara pasti, namun risiko dapat dikurangi dengan beberapa cara berikut :
-    Hindari rokok dan asap rokok
-    Pola makan sehat, perbanyak makan buah dan sayur
-    Kurangi minum alkohol
-    Berolahraga secara teratur

Komplikasi

Kanker paru dapat menyebabkan komplikasi, seperti:
-    Sesak nafas
-    Batuk darah
-    Rasa nyeri akibat penyebaran kanker
-    Penumpukan cairan di dada (efusi pleura)
-    Penyebaran kanker ke organ tubuh lainnya (metastasis)
-    Kematian

Gagal Jantung

Gagal Jantung

Apa itu Gagal Jantung ?

Gagal jantung, dikenal juga sebagai congestive heart failure (CHF), adalah kondisi jantung yang tidak mampu memompa cukup darah untuk memenuhi kebutuhan tubuh.

Apa penyebabnya?
Gagal jantung seringkali berkembang akibat adanya beberapa kondisi tertentu yang merusak atau melemahkan jantung, seperti:
  • Penyakit arteri koroner
  • Tekanan darah tinggi (hipertensi)
  • Kerusakan katup jantung
  • Kerusakan otot jantung (kardiomiopati)
  • Radang otot jantung (miokarditis)
  • Kelainan jantung bawaan
  • Aritmia jantung (irama jantung abnormal)
  • Penyakit kronis lainnya seperti diabetes, anemia berat, hipertiroidisme, hipotiroidisme, emfisema dan lupus
  • Adanya virus yang menyerang otot jantung, infeksi berat, reaksi alergi, pembekuan darah di paru-paru, penggunaan obat tertentu

Bagaimana gejalanya ?

Beberapa gejala yang terkait dengan gagal jantung, diantaranya:
  • Nyeri dada
  • Kelelahan dan lemas
  • Denyut jantung tidak teratur atau cepat
  • Sesak nafas (dyspnea)
  • Berkurangnya kemampuan dalam berolahraga
  • Batuk yang persisten
  • Pembengakakan di bagian perut dan kaki
  • Sulit berkonsentrasi

Bagaimana diagnosisnya ?

  • Pemeriksaan fisik
  • Pemeriksaan penunjang
-  Tes darah
-  Foto thorax
-  Elektrokardiografi (EKG)
-  Ekokardiografi (Echo)
-  Stress test
-  Chest X-ray
-  Jantung komputerisasi tomografi (CT) atau magnetic resonance imaging (MRI)

Pengobatan

Dokter biasanya memberikan kombinasi obat pada pasien gagal jantung yang didasarkan pada gejala yang muncul. Beberapa obat yang biasanya diberikan, antara lain: angiotensin-converting enzym (ACE) inhibitor, angiotensin II reseptor blocker, digoxin (lanoxin), beta blocker, diuretik, dan antagonis aldosteron.
Dokter mungkin juga akan memberikan tambahan obat untuk membantu pompa jantung dan meringankan gejala, seperti nitrat untuk nyeri dada, statin untuk menurunkan kolesterol, atau pengencer darah obat untuk mencegah pembekuan darah.
Dalam beberapa kasus, seringkali dokter merekomendasikan tindakan pembedahan dan penanganan pada penyebab dasar gagal jantung seperti: coronary bypass surgery, perbaikan atau penggantian katup jantung, implantable cardioverter-defibrillators (ICDs), cardiac resynchronization therapy (CRT) atau biventricular pacing, memompa jantung (left ventricular assist devices, atau LVADs), dan transplantasi jantung.


Pencegahan

Perubahan gaya hidup dapat dilakukan sebagai upaya pencegahan gagal jantung, yaitu meliputi:
  • Hindari merokok dan konsumsi alkohol
  • Mengontrol kondisi tertentu, seperti tekanan darah tinggi (hipertensi), kadar lemak darah tinggi, dan diabetes
  • Rutin olahraga
  • Pola makan sehat
  • Menjaga berat badan yang sehat
  • Hindari stres

Komplikasi

Berbagai macam komplikasi yang dapat muncul akibat gagal jantung, diantaranya:
  • Kerusakan atau gagal ginjal
  • Gangguan pada katup jantung
  • Kerusakan hati
  • Serangan jantung dan stroke
Gagal jantung dapat mengancam jiwa dan menyebabkan kematian mendadak.

Autisme

Autisme

Apa itu Autisme ?
Autistic Spectrum Disorder (ASD) atau yang lebih dikenal dengan autisme adalah suatu gangguan perkembangan neurobiologis yang muncul pada usia awal perkembangan anak sebelum mencapai usia 3 tahun. Gangguan ini mempengaruhi kemampuan seorang anak untuk berinteraksi dan berkomunikasi dengan lingkungan sekitarnya, seolah-olah ia hidup di dunianya sendiri.

Bagaimana Autisme bisa terjadi ?
Autisme tidak memiliki penyebab tunggal dan dapat disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk genetik dan lingkungan.

Bagaimana gejalanya ?
  • Tidak berbicara, menunjuk sesuatu atau membuat gesture yang bermakna hingga usia 1 tahun
  • Tidak berbicara sepatah kata pun hingga usia 16 bulan
  • Tidak dapat merangkai 2 kata hingga usia 2 tahun
  • Tidak menunjukkan respon ketika dipanggil namanya
  • Mengalami gangguan dalam berbahasa atau kemampuan bersosialisasi
  • Mengalami gangguan dalam kontak mata
  • Terpaku hanya pada 1 mainan atau objek
  • Tidak dapat tersenyum atau berinteraksi dengan baik
  • Terlihat seperti mengalami gangguan pendengaran
  • Menolak memeluk dan memegang
  • Gangguan emosi (bisa menangis atau tertawa sendiri tanpa sebab yang jelas)
  • Suka mengulang-ulang kata yang ia dengar
  • Gangguan dalam tingkah laku seperti gerakan repetitive (pengulangan)


Bagaimana diagnosisnya ?
  • Riwayat medis dan keluarga
  • Pemeriksaan fisik
  • Evaluasi audiologi (pendengaran)
  • Penilaian kemampuan bicara, bahasa dan komunikasi
  • Penilaian kemampuan kognitif dan perilaku
  • Penilaian akademik (fungsi dan gaya belajar)
  • Pemeriksaan laboratorium, antara lain : Analisis logam berat pada rambut, Pemeriksaan alergi, Analisis asam amino, Analisis menyeluruh sistem pencernaan, Pemeriksaan permeabilitas usus

Pengobatan
Beberapa pilihan terapi yang biasanya dianjurkan dokter, antara lain:
  • Terapi Biomedik, dikembangkan oleh kelompok dokter yang tergabung dalam Defeat Autism Now (DAN) yang merupakan terapi dari luar dan dalam tubuh sendiri.
  • Applied Behaviorial Analysis (ABA), banyak dipakai di Indonesia dan biasanya dilakukan pada penderita autisme yang memiliki karakter mudah marah serta hiperaktif. Terapi ini dilakukan dengan memberikan hadiah atau pujian (positive reinforcement) pada anak.
  • Terapi Bicara, paling banyak digunakan untuk membantu anak autisme karena pada umumnya anak autisme mengalami kesulitan berbicara, atau tidak mampu menggunakan kemampuan bicaranya untuk berkomunikasi dengan orang lain.
  • Terapi Okupasi, hampir semua anak autisme mengalami keterlambatan dalam perkembangan motorik halus yang menyebabkan gerakannya menjadi kaku dan kasar. Terapi ini membantu pengembangan motorik halus tersebut untuk memegang pensil, sendok, ataupun menyuap makanan ke mulutnya dengan benar.
  • Terapi Fisik, dilakukan untuk mengatasi gangguan perkembangan pervasif (menerapkan kemampuan baru), karena banyak penderita autisme yang memiliki gangguan perkembangan motorik kasarnya, sehingga terkadang kondisi ototnya lembek. Hal ini menyebabkan keseimbangan tubuh yang kurnag bagus karena keadaan otot yang kurang kuat. Dengan demikian terapi ini dapat membantu untuk memperkuat keadaan otot-otot tersebut, serta memperbaiki keseimbangan tubuhnya.
  • Terapi Sosial
  • Terapi Bermain, berfungsi untuk membantu untuk belajar berbicara, komunikasi, dan interaksi sosial.
  • Terapi Perilaku
  • Terapi Perkembangan
  • Terapi perkembangan mengajarkan keterampilan yang lebih spesifik.
  • Terapi Visual

Pencegahan
Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan yaitu dengan menghindari risiko terjadinya gangguan kesehatan pada organ tubuh akibat faktor lingkungan, seperti hindari merokok saat masa kehamilan.

Bell’s Palsy

Bell’s Palsy
Apa itu Bell’s Palsy ?
Bell’s Palsy atau yang dikenal juga sebagai facial palsy, merupakan penyakit yang menyerang saraf wajah hingga menyebabkan kelumpuhan otot pada salah satu sisi wajah. Disfungsi saraf yang terjadi berkaitan dengan motorik wajah, termasuk mimik.


Apa penyebab Bell’s Palsy ?
Bell’s Palsy disebabkan oleh kerusakan saraf yang disebabkan oleh radang, penekanan, atau pembengkakan. Penyebab Bell’s Palsy ini sering juga dikaitkan dengan paparan infeksi virus.


Bagaimana gejalanya ?
  • Terjadinya asimetri pada wajah
  • Rasa baal/kebas di wajah
  • Air mata tidak dapat dikontrol dan sudut mata turun
  • Kehilangan refleks konjungtiva sehingga tidak dapat menutup mata
  • Rasa sakit pada telinga terutama di bawah telinga
  • Tidak tahan suara keras pada sisi yang terkena
  • Sudut mulut turun
  • Sulit untuk berbicara
  • Air menetes saat minum atau setelah membersihkan gigi
  • Kehilangan rasa di bagian depan lidah


Bagaimana diagnosisnya ?
Berikut ini beberapa pemeriksaan yang biasanya direkomendasikan dokter untuk membedakan Bell’s Palsy dengan kelemahan otot wajah akibat kondisi lain seperti stroke, infeksi dan tumor.
  • Electromyography (EMG), Pemeriksaan ini dapat menunjukkan seberapa banyak kerusakan saraf yang terjadi, serta memastikan sejauh mana parahnya gangguan tersebut. Pemeriksaan EMG mengukur kegiatan listrik otot sewaktu merespon rangsangan yang dilakukan terhadapnya.
  • Imaging scans, Pemeriksaan dengan sinar rontgen (X-ray), magnetic resonance imaging (MRI), atau computerized tomography (CT) yang dapat lebih memastikan penyebab gangguan saraf itu bukan karena infeksi, tumor, atau kerusakan tulang pada wajah.

Pengobatan
Kebanyakan pasien Bell’s Palsy dapat sembuh dengan atau tanpa pengobatan. Namun, biasanya dokter akan merekomendasikan terapi obat (kortikosteroid dan obat antivirus) atau terapi fisik untuk mempercepat pemulihan. Pembedahan jarang sekali menjadi pilihan untuk terapi Bell’s Palsy.


Pencegahan
  • Hindari mandi di malam hari
  • Hindari kebiasaan langsung mandi atau mencuci muka sehabis berolahraga
  • Hindari terpaan angin langsung ke wajah

Komplikasi
Beberapa komplikasi yang mungkin dapat muncul, meliputi:
  • Hilangnya rasa (ageusia)
  • Kerusakan saraf wajah yang permanen
  • Spasme wajah kronis (kontraksi kedutan spontan pada saraf yang mengontrol otot-otot wajah seperti alis, kelopak mata, mulut, bibir)
  • Infeksi kornea mata
  • Kebutaan penuh atau sebagian
Template by : Rq Baraik-template.blogspot.com